Red Bull Sambut Gembira Langkah Ferrari Dukung Pembekuan Mesin F1 2022

Rezki Alif Pambudi - Sabtu, 28 November 2020 | 20:07 WIB

Red Bull sambut gembira langkah Ferrari dukung pembekuan mesin (Rezki Alif Pambudi - )

GridOto.com - Bos Red Bull Motorsport, Christian Horner, menyambut gembira langkah Ferrari mendukung pembekuan mesin mulai F1 2022.

Sebagai informasi, saat ini F1 sedang diramaikan pembahasan soal aturan pembekuan mesin mulai F1 2022 dan seterusnya sampai perubahan regulasi besar-besaran di F1 pada 2026 mendatang.

Sejak dipastikan ditinggal Honda, Red Bull terus menekan agar wacana ini jadi regulasi baru di F1.

Red Bull sendiri disebut punya kepentingan dengan usulan ini, terlebih karena ogah berganti power unit dan memilih mengambil alih kekayaan intelektual Honda untuk produksi power unit.

Baca Juga: Hasil Lomba Race 1 F2 Bahrain 2020: Gawat! Mick Schumacher Semakin Terancam Callum Ilott

Red Bull menilai pembekuan mesin akan menghemat anggaran sebelum perubahan regulasi besar-besaran di 2026 nantinya.

Awalnya, Ferrari melawan ide tersebut karena berbagai alasan yang tentunya dianggap menguntungkan Red Bull.

Tapi kini Ferrari berubah haluan dan mendukung wacana regulasi baru ini.

"Kupikir ini berita positif di F1. Kupikir semua pabrikan, semua CEO di industri otomotif, mereka menyadari soal investasi dan biaya mesin-mesin ini," kata Horner dilansir GridOto.com dari Crash.net.

Baca Juga: Ban Baru F1 2021 Dihujani Kritik, Ini Jawaban Mengejutkan dari Pirelli

"Teknologi baru akan datang di 2026, mungkin 2025, tidak masuk akal terus mengeluarkan uang jutaan dolar untuk mesin sekarang," jelasnya.

Apalagi saat ini industri sedang menurun karena adanya pandemi, tentu wacana ini cukup dipertimbangkan.

Horner menilai Renault dan Mercedes sebaiknya mengikuti langkah Red Bull dan Ferrari.

Sementara itu, direktur eksekutif Renault, Marcin Budkowski, tidak semerta-merta melawan ide Red Bull.

Bahkan serius memperhitungkan idenya, hanya saja Renault tak mau begitu saja setuju karena hanya akan memuaskan Red Bull.

"Kami sebenarnya selalu berusaha untuk pembekuan mesin ini sebelum adanya regulasi baru 2026. Tidak masuk akal punya 2 proyek pengembangan mesin yang sekarang dan yang 2026, kau takkan mau merekrut 100 orang lagi untuk itu," ungkapnya.

Malahan Renault punya kecurigaan tertentu ke Red Bull.