Atas Dasar Kemanusiaan, Polisi Bisa Loloskan Pemudik di Tengah Pendemi Covid-19?

M. Adam Samudra - Kamis, 7 Mei 2020 | 20:47 WIB

Ilustrasi mudik Lebaran. Beredar Akun yang Menawarkan Jasa Mudik Naik Motor di Media Sosial (M. Adam Samudra - )

GridOto.com - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan larangan mudik masih berlaku untuk menekan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Tapi, Polisi memiliki diskresi memutuskan seseorang bisa mudik dengan alasan kemanusiaan.

Seperti yang disampaikan Sambodo saat diskusi virtual bersama Institut Studi Transportasi (Instran) bercerita tentang anggotanya harus bekerja sekuat tenaga demi menghalau pemudik.

Salah satu yang diberikan diskresi adalah sebuah bus yang datang dari Lampung.

Baca Juga: Institut Studi Transportasi Dorong Pemerintah Cegah Mudik Lokal, Jika Tidak Ini yang Terjadi

"Bahkan bisa dibayangkan ada bus dari Lampung ingin menyebrang ke Merak kemudian kita tangkap di Cikarang. Kita mau balikin gak mungkin. Akhirnya mau tidak mau kita loloskan, karena sekali lagi ini adalah alasan rasa kemanusiaan," kata Sambodo, Kamis (7/5/2020).

Sambodo mengaku, banyak dari anggotanya yang  berjaga siang dan malam di pos penyekatan meski di tengah puasa.

Dalam kondisi itu mereka harus bisa menahan emosi untuk bisa meminta pemudik kembali ke rumah.

"Jadi bagaimana saya harus memerintahkan anggota saya supaya tetap sabar dan humanis. Bahkan setiap malam ketemu dengan orang yang marah-marah padahal mereka sudah pada capek selama 37 hari berjaga," paparnya.

Baca Juga: Driver Ojek Online Masih Keluhkan Sulitnya Mengajukan Relaksasi Kredit, APPI: Sebenarnya Sederhana

Namun, terkadang permintaan itu terasa berat lantaran mereka yang mudik bukan dengan alasan bahagia. Beberapa memilih mudik karena tidak punya pekerjaan lagi di Jakarta.

"Seperti para penumpang travel yang bertanya 'Pak saya sudah di-PHK, saya sudah tidak punya kerja, kalau saya pulang ke Jakarta bapak mau kasih makan anak saya?' Inilah pertanyaan-pertanyaan yang masuk akal," kata Sambodo.

Untuk itu, Polisi tetap memperhatikan standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam memberikan diskresi dalam larangan mudik.

"Betapa kami dari Ditlantas Polda Metro Jaya bersama para seluruh jajaran berusaha dengan ketat mengawal larangan mudik dari pemerintah," tutupnya.