Kemenperin Usulkan Stimulus Guna Bantu Industri Otomotif Indonesia, Begini Tanggapan Suzuki, Toyota, dan Daihatsu

By , Sabtu, 11 April 2020 | 12:33 WIB

Ilustrasi. Pabrik perakitan Daihatsu. (KONTAN/Muradi.)

GridOto.com - Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memberikan beberapa usulan stimulus yang dapat diberikan untuk industri otomotif Indonesia.

Stimulus yang rencananya akan disalurkan melalui instrumen fiskal, nonfiskal, dan moneter tersebut dirancang untuk membantu para pelaku industri bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam OTOMOTIF Group Virtual Discussion yang dihelat Rabu (8/4/2020) kemarin, beberapa Agen Pemegang Merek (APM) mengungkapkan apresiasi mereka terhadap usulan tersebut.

Donny Saputra, selaku Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, usulan stimulus tersebut merupakan angin segar bagi mereka dan industri otomotif secara keseluruhan.

Baca Juga: Menperin Tegaskan Perusahaan Otomotif Harus Bayar Hak Karyawan, Termasuk THR Tepat Waktu!

“Adanya stimulus atau dari regulasi pemerintah yang disampaikan oleh Pak Putu (Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin), ini memberikan harapan kepada kami di Industri Otomotif Indonesia),” ujar Donny.

“Karena mungkin, ini mungkin ya, industri otomotif dalam negeri yang dimaksud termasuk dalam artian pelaku industri otomotif yang melakukan produksi di Indonesia,” imbuhnya.

Donny mengungkapkan, sebelumnya GAIKINDO memprediksi bahwa total penjualan mobil di tahun 2020 akan berada di angka 600 ribu unit, atau turun 40 hingga 50 persen dari tahun lalu.

Jika usulan stimulus dari Kemenperin tersebut dapat diterapkan, Ia optimis bahwa penurunan yang terjadi tidak akan separah yang diprediksi oleh GAIKINDO.

Baca Juga: Lewat Layanan Ini, Toyota, Daihatsu dan Suzuki Jamin Konsumen Bisa Servis Mobil Rutin Selama Pandemi Covid-19

“Karena (Pandemi Covid-19) ini kan efeknya panjang, jika penjualan turun nanti produksi (juga) turun, kemudian kapasitas jual turun, manpower turun, dan sebagainya,” jelasnya.

Usulan tersebut juga diapresiasi oleh Toyota yang diwakili oleh Anton Jimmi Suwandy, selaku Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM).