Sambungan Tol Layang Japek Tidak Rata, Amankah Untuk Ibu Hamil?

M. Adam Samudra - Kamis, 19 Desember 2019 | 10:51 WIB

Tol Layang Cikampek (M. Adam Samudra - )

GridOto.com - Tol layang Jakarta-Cikampek II banyak dikeluhkan pengendara karena permukaan jalannya yang tidak rata. Lalu, amankan bagi ibu hamil?

Meski sudah dibuka, namun tol ini belum bisa dikatakan mulus 100%, sehingga mengurangi kenyamanan saat melintas.

Berdasarkan pengalaman GridOto saat mencoba tol ini beberapa waktu lalu, masih tampak sambungan jembatan yang belum rapi.

Tampak banyak sambungan jembatan yang belum rapi. Kemudian, letaknya berdekatan.

(Baca Juga: Pengemudi Kelelahan Jangan Lewat Tol Layang Jakarta-Cikampek, Ini Alasannya)

Tak heran, mobil yang melesat apalagi dengan kecepatan tinggi pasti akan mengalami guncangan yang keras.

Maka dari itu, saat melintas tol ini pengguna jalan mesti hati-hati dan disarankan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Batas kecepatan maksimal kendaraan di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek adalah 80 kilometer per jam.

Jalan Tol Layang (elevated) Jakarta-Cikampek II (Japek II) memiliki panjang 36,4 kilometer yang menghubungkan Cikunir-Karawang Barat.

(Baca Juga: Pakar Safety Sebut Bahu Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Aman Buat Keadaan Darurat, Tapi..)

Dengan panjang tersebut, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II menjadi jalan layang terpanjang di Indonesia.

Kekhawatiran ini pun makin difokuskan kepada fenomena ibu yang sedang hamil. Lantas amankah jika ibu hamil lewat jalur tersebut?

Melihat hal ini, dr. Liva Wijaya, SpOG seorang spesialis kandungan pun memberikan tanggapannya.

"Ya, kalau menyetirnya aman dengan kecepatan yang sudah dianjurkan dan menggunakan kaidah keselamatan berkendara dengan baik, cukup aman untuk ibu hamil," kata dr. Liva kepada GridOto.com di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Ini juga harus diperhatikan bagi pengendara yang di dalam kendaraannya ada anggota keluarga yang sedang hamil.

Sebenarnya menyetir mobil saat hamil dianggap aman selama ibu hamil dalam keadaan sehat dan tidak memiliki risiko komplikasi.

Yang perlu diperhatikan adalah posisi ibu hamil saat menyetir.

"Secara umum penumpang pasti tidak nyaman dan risiko kecelakaan tinggi. Kalau berkendara kan pastinya penumpang menginginkan kenyamanan dan aman," ucapnya.

Termasuk pegemudi yang di dalam kendaraanya ada anggota kekluarga yang sdang hamil.