Sirkuit Formula E Enggak Boleh Sembarangan , Ketum IMI Beri Kisi-kisi

Gayuh Satriyo Wibowo - Jumat, 20 September 2019 | 09:42 WIB

Balapan perdana Formula E di jalanan Olympic City, Beijing pada tahun 2014. (Gayuh Satriyo Wibowo - )

GriOto.com - Kabarnya, Jakarta akan digunakan sebagai salah satu tempat digelarnya balapan mobil listrik kelas dunia, Formula E.

Balapan mobil listrik yang akan mejadi petama di Indonesia ini rencananya akan menggunakan ruas jalanan Ibukota sebagai lintasannya.

Ajang balap Formula E memang dikenal sebagai balapan yang menggunakan track jalanan perkotaan sebagai 'wahana' beradu kecepatan.

Sadikin Aksa, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengatakan walaupun menggunakan jalan perkotaan, pembuatan sirkuit ajang balap Formula E tidak boleh sembarangan.

(Baca Juga: Resmi! Mantan Rekan Setim Sean Gelael di F2, Nyck de Vries Balap di Formula E)

“Nanti biasanya ada desain sirkuit oleh desainer. Penyelenggara kemudian koordinasikan dengan IMI sebagai induk organisasi olahraga bermotor. Nanti kita bawa ke FIA sebagai federasi tertinggi lalu bersama-sama berdiskusi dengan pemerintah kota,” terang Sadikin dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/7).

Formula E atau yang bisa disebut juga dengan E-Prix ini memang jarang digelar di sirkuit khusus.

Acap kali gelaran tersebut dilaksanakan di jalanan perkotaan seperti Roma, Hong Kong, Paris, New York, dan lain-lain.

Sadikin menambahkan, panjang lintasan yang digunakan dalam Formula E sendiri kebanyakan pendek dan tidak lebih dari tiga kilometer.

(Baca Juga: Terungkap, Sudah Ada Tiga Calon Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta 2020)