Sang Ayah Tak Mampu dan Tuna Netra, Siswa SMP Ini Nekat Curi Suzuki Satria FU Penjaga Warung Kopi

Latifa Alfira Ulya - Jumat, 13 September 2019 | 20:30 WIB

Ilustrasi aksi curanmor (Latifa Alfira Ulya - )

"Ketahuannya saat mreteli (membongkar) motor, didatangi oleh anggota saya, kebetulan anggotaku baru piket patroli, kemudian banyak warga," ujarnya lalu disusul tawa.

VR mencuri motor itu tanpa menggunakan peralatan apapun.

Gogot mengungkapkan, kondisi motor yang tidak terkunci setang menjadi faktor mudahnya VR melakukan aksi curanmor.

"Dia datang tolah-toleh ke TKP, tahu motornya tidak dikunci setir (setang), kemudian didorong saja, enggak dinaiki, dituntun," paparnya.

Suzuki Satria FU yang dicuri VR ternyata milik seorang penjaga warung kopi di kawasan tersebut.

(Baca Juga: Video Tangisan Driver Ojol Setelah Tahu Motornya Dicuri, Begini Kronologinya)

Ia mengaku geram atas perilaku kriminal yang dilakukan VR namun sekaligus iba.

Pasalnya, setelah dimintai keterangan, VR mengaku hidup dalam keluarga dengan latar belakang kurang mampu.

"Keluarganya enggak mampu, ayahnya saja tuna netra," ungkapnya.

Ternyata, beberapa bulan sebelumnya VR juga pernah mencuri ponsel milik Ketua RW di daerah tempat tinggalnya.

"Pernah mencuri ponsel milik Pak RW-nya, lalu dijual langsung ke orang, COD-an gitu," katanya.

Namun, hasil penjualan ponsel curian itu ternyata untuk membayar biaya sekolah.

Mengingat usia VR masih di bawah umur, ia akan membawanya ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) hari ini, Jumat (13/9/2019).

Artikel ini dikutip dari suryamalang.com dengan judul Siswa SMP di Surabaya Ingin Punya Motor tapi Ayahnya Miskin dan Tunanetra, Akhirnya Mencuri