Blak-blakan Seri Gurusinga : 80 Persen Pasien Patah Tulang Karena Kecelakaan Kendaraan

M. Adam Samudra - Senin, 12 Agustus 2019 | 15:30 WIB

Seri Gurusinga pemilik tempat pijet tradisional Guru Singa (M. Adam Samudra - )

GridOto.com - Siang itu, suasana sebuah rumah yang tampak seperti balai pengobatan di Jalan Raya Miran, Duren Sawit, Jakarta Timur terlihat ramai. 

Rumah kecil ini dipenuhi puluhan orang. 

Keramaian ini bukan terjadi lantaran ada hajatan atau kemalangan.

Orang-orang ini berkumpul untuk mendapat pengobatan di panti pengobatan tradisional milik Prof.DR.NG Rusli Guru Singa.

(Baca Juga: Crash! Gerry Salim Patah Tulang Bahu di Kualifikasi Moto2 FIM CEV Repsol Aragon)

Nama besarnya sudah menggema di seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya. 

Bukan hanya orang-orang biasa yang percaya bahwa tempat ini bisa mengobati berbagai masalah di tulang mereka.

Orang-orang dari berbagai kelas sosial terlihat mengantre di rumah itu. 

Pengobatan Guru Singa tidak mematok tarif.

Pasien memberikan biaya pengobatan dengan sukarela jika hanya alami keseleo ringan.

(Baca Juga: Jorge Lorenzo Patah Tulang di MotoGP Belanda, Marc Marquez Ungkap Karakter Motor Honda

Rusli Gurusinga sendiri sudah meninggal sajak lama, namun kepopuleran namanya sebagai 'legenda' pijat masih tetap melekat sampai kini. 

Setelah wafat, praktik pijat pun diteruskan oleh anaknya yakni Seri Guru Singa.

Dari keterangan Seri, pasien yang datang ketempatnya biasanya akibat jatuh kecelakaan dari kendaraan baik roda dua atau roda empat.

Adam Samudra
Salah satu pasien yang alami patah tulang akibat jatuh dari motor sedang lakukan pengobatan di Guru Singa

"80 persen dari motor dan mobil sisanya bermacam-macam, lebih banyak pasien yang datang ke sini lebih mencari alternatifnya," kata Seri saat ditemui GridOto.com, Jumat (12/8/2019).

(Baca Juga: Pensiun! Dani Pedrosa 19 Kali Patah Tulang di MotoGP, Ini Datanya)

Seri mengaku, pasien dinyatakan sembuh bila tulang yang patah sudah menyambung kembali atau garis-garis patah telah hilang.

Penyembuhan total setelah patah tulang di alat gerak bawah (panggul, paha, tulang kering, atau pergelangan kaki) sangat bergantung pada usia.

Ia menilai, anak dan remaja dalam masa pertumbuhan cenderung sembuh lebih cepat.

"Kedua faktor umur, lebih muda biasanya patah tulang itu bisa lebih cepet," kata dia.

Agar bisa cepat jalan setelah patah tulang kaki, ia juga pastikan untuk mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang.

Perbanyak asupan vitamin D, vitamin K, kalsium, dan protein untuk membantu penyambungan tulang dan saraf.

Makanan dan minuman yang kaya akan nutrisi tersebut antara lain yogurt, susu, ikan, bayam, dan kangkung.

Ia juga menghimbau agar para pasien menghindari minuman dingin.

"Kalau di sini pantanganya paling jangan minum es, kalau yang dinginnya normal tidak apa-apa, namun jika dinginnya dari kulkas berlebihan itu tidak dianjurkan.
Sementara jika non muslim itu dilarang makan B1 dan B2. Kenapa? Karena itu bisa membuat ngilu," ucapnya.