Dolar Menggila, Harga Sparepart Orisinal Masih Adem

Rizky Septian - Rabu, 5 September 2018 | 17:20 WIB

Ilustrasi pembelian sparepart (Rizky Septian - )

GridOto.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika hingga siang ini menyentuh Rp 15.048.

Sparepart atau kelengkapan kendaraan yang berasal dari impor, cepat atau lambat akan terkena dampaknya.

GridOto.com pun melakukan pantauan ke beberapa toko sparepart di Pasar Mobil Kemayoran (PMK), Jakarta Pusat.

Dari 3 toko penjual sparepart orisinal yang berbeda (Toyota, Honda dan Mitsubishi), ternyata belum ada kenaikan harga terkait penguatan dolar.

(BACA JUGA: Asal Usul Modifikasi Scrambler, Mirip Cafe Racer Tapi Versi Reli)

"Belum ada kenaikan harga untuk semua sparepart ori, masih seperti kemarin," kata Siswanto dari New Ratu Motor, gerai sparepart Toyota di PMK.

Di tokonya, harga lampu belakang Toyota Fortuner masih dijual Rp 2 jutaan. 
Filter bensin Innova Rp 400 ribuan, kampas rem depan Avanza Rp 250 ribuan.

Lalu kampas rem belakang Avanza dijual Rp 225 ribuan. Untuk sokbreker Avanza, harganya Rp 1,2 jutaan sepasang untuk depan dan Rp 650 ribuan sepasang belakang.

Hal senada disampaikan Suntar, pemilik gerai sparepart Honda, Maju Lancar.

"Belum ada kenaikan. Tapi kayaknya bakal naik. Diduga, sekarang lagi menghabiskan stok lama, jadi harga belum naik," jelas dia.

(BACA JUGA: Ingat! Seal Klep Ada Umurnya, Knalpot Ngebul Karena Dibiarkan)

Di tokonya, filter udara Honda CR-V masih dijual Rp 120 ribuan dan kampas rem depan-belakang Rp 950 ribuan.

Sementara itu, Abun dari gerai sparepart Mitsubishi, Serimpi Motor pun mengatakan hal yang sama.

"Belum ada kenaikan untuk barang yang diperoleh dari agen, masih normal," kata dia.

"Namun kalau yang diperoleh dari importir, sudah ada kenaikannya, sekitar 5 persen," lanjut dia.

(BACA JUGA: Seal Klep Jebol Jadi Biang Keladi Keluarnya Asap dari Knalpot)

Di Serimpi Motor, kenaikan harga sparepart import mencapai 5 persen.

"Kayaba naik 5 persen, 555 naik 4 persen dan Seiken naik 4 persen," pungkasnya.