Cikal Bakal Metromini yang Dulu Jadi Angkutan Peserta Asian Games Tahun 1962

Ignatius Ferdian - Senin, 20 Agustus 2018 | 07:00 WIB

Ilustrasi angkutan umum kopaja dan metromini (Ignatius Ferdian - )

(BACA JUGA : Biar Enggak Encok! Ini Teknik Bangunkan Moge Jatuh dari Klub MBI)

Pada tahun 1980, bus-bus tua bagaikan roti ini kemudian diperbarui dengan bus-bus Toyota.

Hingga awal 2000-an, armadanya terus bertambah dan menjangkau hampir seluruh jaringan jalan raya Ibu Kota.

Tarifnya yang murah dan rata untuk sekali jalan membuat bus ini menjadi andalan.

Di era kepemimpinan Ahok keberadaan Metro Mini dan Kopaja mulai terancam dengan adanya Transjakarta.

(BACA JUGA : Widih, Helm yang Dipakai Jokowi Ternyata Harganya Jutaan Rupiah)

Selain itu, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi mengamanatkan semua angkutan umum harus diremajakan setelah 10 tahun.

Karena rata-rata Metromini dan Kopaja berumur di atas 10 tahun maka Ahok ingin pemilik kendaraan tersebut bergabung di bawah bendera Transjakarta.

Kompas.com
Ilustrasi bus transjakarta

Tapi pemilik keberatan karena tak sanggup jika harus membeli armada baru.