GridOto.com - Salut, aksi warga Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara patut diapresiasi usai gotong royong tambal jalan rusak.
Aksi ini didorong oleh rasa kepedulian bersama agar Jalan Veteran tak lagi berlubang dan tergenang air, warga meratakan jalan berstatus milik pemerintah provinsi tersebut menggunakan cangkul dan peralatan seadanya selama dua hari.
Alex, salah seorang warga yang ikut turun tangan mengayunkan cangkul, mengaku resah dengan kondisi akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan tersebut.
"Sabtu kami gotong royong memperbaiki Jalan Veteran yang rusak dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Ramailah anggota yang bantu, begitu pula dengan warga dusun," kata Alex melansir Kompas.com, Minggu (26/7/2026).
Warga tampak bahu-membahu meratakan material tanah yang ditumpahkan dari armada truk.
Alex sangat berharap jalan provinsi ini segera mendapat penanganan permanen dan pengaspalan dari pemerintah demi kelancaran lalu lintas masyarakat.
"Saya terdorong sukarela ikut bekerja sama karena jalan jelek itu jalan kita juga. Makanya, saling membantu kita," lanjutnya.
Baca Juga: Ramai Debat Jalan Rusak, Kemen PU Cairkan Rp 2,9 Triliun Untuk Inpres Jalan Daerah
Sementara itu, Kepala Dusun 6 Desa Manunggal, Aris Setiawan, menjelaskan bahwa kerusakan Jalan Veteran membentang hampir sepanjang 1 kilometer.
"Kemarin warga kami bergotong royong. Ada masuk bantuan 10 truk tanah dan material batu dari sumbangan seorang pemilik panti dan pengusaha. Lalu, masyarakat kami yang bergotong royong meratakannya," kata Aris saat ditemui Kompas.com di Dusun 6 Desa Manunggal.
Aris menambahkan, rencananya aksi gotong royong akan berlanjut pada Selasa (28/7/2026) seiring datangnya tambahan bantuan 10 truk tanah dari donatur warga.
Langkah ini diambil lantaran proses perbaikan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai terlalu lama.
"Lima tahun belakangan inilah rusak parah. Sebenarnya, sudah pantas untuk diperbaiki. Aspalnya juga sudah 10 tahunan, drainase lebih dari 20 tahun tidak diperbaiki," ucap Aris.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak dusun sudah berkali-kali melayangkan usulan pembangunan, namun belum pernah mendapat tanggapan nyata.
Akibatnya, kecelakaan lalu lintas dan genangan banjir saat hujan deras sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pengguna jalan.
"Kami sudah sering kali mengajukan, bahkan dua kali lebih kami mengajukan, cuma tidak ada tindakan. Ya kami kalau ada, ya, kami timbun. Semampu kami kalau ada bantuan dari donatur, timbun lagi," ujar Aris.