Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp 50 Juta, Syaratnya Masih Keadaan Hidup

By , Jumat, 24 Juli 2026 | 10:30 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto (IG/@dedimulyadi71)

GridOto.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gelar sayembara tangkap begal.

Warga yang bisa menangkap dan menyerahkan pelaku ke Polisi akan mendapat hadiah mulai Rp 5 juta sampai Rp 50 juta.

Tapi perlu digaris bawahi, pelaku yang ditangkap dan diserahkan ke Polisi masih dalam keadaan hidup.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi dikutip dari Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, (23/7/26).

Lebih lanjut, KDM sapaan akrabnya menjelaskan, kebijakan tersebut bagian dari upaya memperkuat keamanan di Jawa Barat di tengah meningkatkannya aksi kejahatan jalanan.

Menurut dia, pemberantasan kejahatan jalanan tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Selain menggelar sayembara, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah aksi kejahatan.

Baca Juga: Jawa Barat Darurat Begal, Kapolda Persilakan Warga Bela Diri Lawan Pelaku Asal Terukur

"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," tuturnya.

Dedi juga meminta mobil patroli harus tetap berkeliling agar kehadiran petugas bisa dirasakan masyarakat sekaligus mencegah tindak kejahatan.

"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak warga kembali menghidupkan ronda malam di lingkungan masing-masing.

"Warga bersiskamling, menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong royong," ucap Dedi.