Jawa Barat Darurat Begal, Kapolda Persilakan Warga Bela Diri Lawan Pelaku Asal Terukur

By , Kamis, 23 Juli 2026 | 11:30 WIB

Ilustrasi aksi begal motor di Flyover Kopo, Bojongloa Kidul, kota Bandung, sekitar pukul 03:00 WIB, (14/7/26) (Gemini AI)

GridOto.com - Beberapa wilayah di Jawa Barat saat ini tengah dalam kondisi darurat aksi begal.

Sepanjang Juli 2026 saja terjadi 24 kasus begal dan kejahatan jalanan.

Oleh itu, Polisi kini mempersilakan warga membela diri melawan pelaku asal terukur.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, masyarakat dapat melakukan perlawanan sebagai bentuk perlindungan diri, selama tindakan tersebut dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan.

"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda (Irjen Pol Pipit Rismanto,-red) untuk tindak tegas terukur. Ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan dilakukan secara tegas dan terukur," katanya di Bandung, (21/7/26) melansir Kompas.com.

Hendra menjelaskan, pembelaan diri yang dimaksud bukanlah tindakan main hakim sendiri, melainkan respons spontan untuk melindungi diri dari ancaman langsung.

Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah:

1. Tindakan dilakukan dalam kondisi terdesak atau terancam
2. Tidak menggunakan kekerasan berlebihan
3. Bertujuan untuk menyelamatkan diri, bukan membalas dendam

Dengan demikian, masyarakat tetap diharapkan mematuhi koridor hukum dalam setiap tindakan yang diambil.

Menurut Hendra, peran masyarakat dalam menyebarkan informasi melalui platform digital sangat membantu aparat kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku dan menelusuri lokasi kejadian.

Baca Juga: Musibah Berangkat Kerja, Motor Dirampas dan Tubuh Dibacok Begal di Flyover Kopo Bandung

Tiga pria naik Honda BeAT dan Suzuki Satria F150 diduga pelaku begal modus tusuk ban mobil yang baru keluar dari bank di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terekam dascam mobil korban (Dok. Korban Lista)

"Informasi dari masyarakat, terutama yang diunggah di media sosial, sangat membantu kami dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Selain penindakan, kepolisian juga meningkatkan langkah pencegahan dengan memperkuat patroli rutin.

Kegiatan patroli difokuskan pada waktu rawan, yakni malam hingga dini hari.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

- Penambahan jumlah personel di lapangan
- Intensifikasi patroli di titik-titik rawan
- Pengawasan wilayah berbasis laporan masyarakat

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Hendra menegaskan kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Penegakan hukum akan dilakukan secara konsisten untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib.