Gaduh BBM Langka di Sumut, Sopir Truk Tangki dan Pertamina Bantah Tudingan Mogok Massal

By , Jumat, 17 Juli 2026 | 17:35 WIB

TNI bantu jadi sopir truk tangki Pertamina untuk percepat penyaluran BBM ke SPBU di wilayah Sumatera Utara (Instagram)

Sementara itu, stok Biosolar tersedia untuk sekitar tujuh hari dan akan mendapat tambahan pasokan dari kapal.

"Posisinya sekarang di FT Medan khususnya, kondisinya sangat aman. Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari namun kapal hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk," tutur Sunardi.

Keterangan tersebut sejalan dengan pengakuan AMT yang menyatakan pasokan di depot tersedia.

Meski demikian, kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai faktor yang menyebabkan distribusi ke SPBU belum sepenuhnya normal.

Pertamina mengakui retase truk tangki sempat menurun. Untuk mengatasinya, perusahaan menambah armada melalui skema spot charter serta mendatangkan awak tangki tambahan dari wilayah lain.

"Kondisinya operasional di Medan Grup masih berjalan dengan baik. Memang secara retase ada mengalami penurunan, makanya itu kita back up dengan penambahan mobil tangki spot charter plus dengan mendatangkan awak mobil tangki tambahan dari daerah lain," beber Sunardi.

Baca Juga: Ada Prosedurnya, Begini Proses Sebelum BBM Turun dari Mobil Tangki

Seperti diketahui sebelumnya, untuk mempercepat distribusi BBM dari truk tangki, Pertamina mendapat bantuan dari personel TNI dari satuan Pembekalan dan Angkutan atau Bekang.

Menurut Sunardi, personel tersebut memiliki kemampuan mengemudikan truk tangki dan dilibatkan agar armada dapat lebih cepat kembali ke terminal setelah menyalurkan BBM.

"Dan untuk men-smoothing kelancaran distribusi mobil tangki, kami juga di-back up oleh kawan-kawan dari TNI, dari Bekang yang punya kemampuan nyetir juga. Nah, ini untuk memastikan perputaran mobil tangki supaya cepat balik ke depo. Dan ini menjadi upaya-upaya kami untuk bagaimana mempercepat pemulihan suplai di SPBU," tutur Sunardi.

Pertamina juga mendatangkan awak tangki tambahan dari daerah lain.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan, bukan bukti bahwa seluruh sopir lokal berhenti bekerja.

Pertamina meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat memperpanjang antrean dan memperlambat pemulihan stok di SPBU.