GridOto.com – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperluas dukungannya terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menghadirkan solusi pembiayaan yang semakin beragam.
Tidak hanya menyediakan pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB mobil listrik, BFI Finance juga kini melayani kredit mobil listrik bekas.
Komitmen tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan nonton bersama Pesta Bola Dunia 2026 bersama komunitas J5 EVO Indonesia di Tangerang Selatan, Minggu (12/7/2026).
Komunitas J5 EVO Indonesia merupakan komunitas resmi pengguna kendaraan Jaecoo yang berada di bawah naungan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Jaecoo.
Direktur Bisnis BFI Finance, Rudy Eddywidjaja, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk semakin dekat dengan pengguna kendaraan listrik sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan yang telah disiapkan.
"Melalui gathering bersama komunitas J5 EVO Indonesia ini, kami ingin semakin dekat dengan para pengguna mobil listrik sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan EV yang dimiliki BFI Finance," ujar Rudy dalam keterangan tertulis.
"Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa mobil listrik kini memiliki akses pembiayaan yang mudah, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan," lanjutnya.
Untuk produk pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB mobil listrik, BFI Finance menawarkan fasilitas dana tunai dengan tenor hingga 48 bulan.
Baca Juga: Sekjen AMBI Bicara Tren Mobil Listrik Bekas, Battery Health Jadi Penentu Harga
Suku bunga yang ditawarkan mulai dari 0,78 persen flat per bulan.
Adapun kendaraan yang dapat diajukan merupakan mobil listrik yang masih berada dalam masa garansi baterai, yakni hingga delapan tahun sesuai ketentuan masing-masing pabrikan.
Selain refinancing, BFI Finance juga mulai menghadirkan fasilitas kredit mobil listrik bekas melalui showroom rekanan.
Saat ini layanan tersebut tersedia di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.
Produk kredit mobil listrik bekas tersebut menawarkan tenor hingga 48 bulan dengan suku bunga mulai 0,6 persen per bulan.
Konsumen juga dapat mengajukan pembiayaan dengan uang muka (down payment/DP) mulai 35 persen.
Kehadiran kedua produk tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, seiring berkembangnya infrastruktur pendukung dan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong transisi menuju kendaraan rendah emisi.
Rudy menegaskan, BFI Finance akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas maupun mitra strategis guna meningkatkan literasi masyarakat terkait pembiayaan kendaraan listrik.
"Ke depan, kami akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas maupun mitra strategis untuk memperluas edukasi mengenai pembiayaan mobil listrik. Kami berharap BFI Finance dapat berkontribusi terhadap percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif dan mudah diakses oleh masyarakat," tutup Rudy.