"Kita kan punya keluarga ya Otomatis kita harus aktif, soalnya kan emang tahu sendiri kerjaan sekarang kan (susah)," ujarnya.
Susahnya memperoleh pekerjaan lain membuat Chairil nekat mengakali petugas Dishub Kota Bogor dengan menutupi tanda yang diberikan.
"Kondisi lagi gini, ya. Intinya sih ada yang diskotlet, ada yang dihapus, ada yang pokoknya diakal-akalin deh biar hilang (tanda dari petugas)," jelas dia.
Dirinya menambahkan, jika tetap mengaspal dengan tanda yang diberikan petugas membuat penumpang keheranan saat ingin menaiki angkot.
Chairil bingung ketika ditanya oleh penumpang jika masih memiliki tanda dari petugas Dishub pada bodi angkotnya.
"Kadang penumpang juga komplain, 'kok ini ada tulisan kayak gini masih jalan aja?' gitu kan. Bingung nih sekarang nih," kata dia.
Sementara itu, sopir angkot trayek 12 lain di Jalan Dewi Sartika, Soni (25) menyebut mengaspal secara sembunyi agar tidak ketahuan oleh petugas Dishub Kota Bogor.
Ia sudah mengaspal sejak 2019 lalu dengan mengendarai angkot keluaran tahun 2000.
"Ngeri ini juga lagi sembunyi-sembungi, tapi kalau kena tanda gitu katanya bisa diilangin," tutur Soni saat ditemui di Jalan Dewi Sartika, (13/7/26).
Baca Juga: Bandel, 16 Angkot Tua Bogor Berakhir Dicoret-coret Cat Semprot Dishub
Penghapusan tanda dari petugas bisa dilakukan secara mandiri ataupun montir bengkel. Biasanya dipasang skotlet atau mengamplas bodi mobil.
Soni pernah meminta pengusaha angkotnya untuk mengganti mobil dengan keluaran terbaru tetapi tidak dilakukan.
Justru, bosnya meminta Soni tetap mengaspal dan menjamin tidak akan terjaring razia oleh Dishub Kota Bogor.