Pertamina Sudah Salurkan 37,92 Juta Liter BBM B50, Klaim Bisa Hemat Devisa Rp 170 Triliun pada 2026

By , Kamis, 09 Juli 2026 | 20:30 WIB

Ilustrasi BBM Biodiesel B50 yang dijual di SPBU (Gemini AI)

GridOto.com - PT Pertamina Patra Niaga mulai mendistribusikan biodiesel B50 sebagai tahap awal implementasi mandatori bahan bakar baru yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan sebanyak 37,92 juta liter B50 melalui 29 terminal dari total 126 terminal bahan bakar yang dimiliki perusahaan di seluruh Indonesia.

Selain memastikan pasokan bahan bakar, Pertamina juga menyiapkan infrastruktur penyaluran mulai dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga Agen Premium Minyak Solar (APMS).

Pemerintah memperkirakan implementasi mandatori B50 memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibanding program B40.

"Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang terapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi. Ini bukti bahwa Indonesia mampu gunakan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat sendiri," kata Prabowo saat peluncuran B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Awas! Membiarkan Bearing Roda Motor Oblak Bisa Merusak Pelek

Jika pada 2025 program B40 mampu menghemat devisa hingga Rp133,3 triliun, maka pada 2026 melalui penerapan B50 nilainya diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp170 triliun.

Selain itu, program ini juga diproyeksikan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂ sepanjang 2026.