Motor-motor tersebut tersusun rapat tanpa jarak, membentuk lorong-lorong sempit yang menyerupai labirin.
Sebagian besar motor terlihat sudah lama tidak tersentuh.
Debu tebal menutupi bodi kendaraan, jok-jok robek memperlihatkan busa bagian dalam, sementara spion dan sejumlah komponen lainnya hilang atau patah.
Di beberapa titik, rumput liar mulai tumbuh di sela-sela kendaraan.
Pemandangan tersebut membuat area bawah flyover lebih menyerupai tempat penampungan rongsokan dibandingkan ruang publik di tengah kota metropolitan.
Menjawab pertanyaaan selama ini, Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto menjelaskan status dari ratusan kendaraan di sana.
Mujiyanto mengatakan, mayoritas kendaraan yang berada di lokasi tersebut merupakan barang bukti kecelakaan lalu lintas.
"Kalau yang di kolong itu memang masih ada kendaraan-kendaraan yang terkait proses kecelakaan lalu lintas," jelas Mujiyanto saat dihubungi, (3/6/26) melansir Kompas.com.
Baca Juga: Viral Ambil Motor Curian di Kantor Polisi Harus Tebus Rp 3 Juta, Polri Bilang Begini
"Kendaraan tersebut dititipkan di situ sebagai barang bukti. Nanti setelah proses perkaranya selesai, kendaraan akan dikembalikan kepada pemiliknya," paparnya.
Menurut dia, lokasi di bawah flyover dimanfaatkan sebagai tempat penitipan sementara karena keterbatasan ruang penyimpanan kendaraan yang terlibat kecelakaan atau kejadian tertentu.
Selain kendaraan yang terkait perkara kecelakaan, terdapat pula sejumlah kendaraan dinas roda dua dan roda empat yang sudah tidak layak jalan dan tidak lagi digunakan.