Pada aksi berikutnya, pelaku datang menggunakan Toyota Fortuner dengan pelat nomor polisi palsu.
Operator SPBU yang sudah mengetahui aksi pelaku sebelumnya kemudian menghubungi polisi.
"Operator (SPBU) telepon ke kita, kita langsung ke lokasi, intai, begitu transaksi, kita sergap. Kita tanya pelat nomor, ternyata palsu, dan mobilnya mobil pinjam," papar Edison.
Saat ditangkap, polisi turut mengamankan Fortuner yang digunakan pelaku beserta pelat nomor palsu.
"Ya, pelaku diamankan berikut mobil. Mobilnya kita amankan, berikut pelaku, berikut pelat palsu itu," ujar Edison.
Dari hasil pemeriksaan, R mengaku telah menjalankan aksi penipuan dengan bukti transfer palsu di sekitar 10 SPBU.
Lima lokasi berada di wilayah Cileungsi, dua di Jonggol, serta masing-masing satu di Bogor Kota, Depok, dan Leuwiliang.
Edison mengatakan, pelaku beraksi seorang diri dan tidak tergabung dalam sindikat.
Baca Juga: Perampokan di SPBU Bekasi, Lima Pegawai Disekat Incar Uang Tunai Rp 130 Juta
Tak hanya menggunakan mobil pinjaman, pelaku juga sempat menyamar memakai seragam sekolah saat beraksi di salah satu SPBU di Bogor Kota.
"Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu yang di Bogor Kota," terang Edison.
Polisi menyebut kerugian yang tercatat dalam laporan sementara saat ini mencapai Rp 2 juta dari kasus di SPBU Jalan Raya Narogong.
"Kerugian yang kita tangani sekarang yang ada di laporan kita Rp 2 juta yaitu yang di pom bensin di Jalan Narogong. Yang lainnya mungkin menyusul, mereka antre buat laporan," tandas Edison.