Detail lainnya berupa penggunaan door popper ala Tesla Cybertruck dan pintu belakang model suicide door yang sukses menambah kesan futuristik.
Bagian belakang lebih menarik lagi. Sekilas tampak seperti sedan, tetapi seluruh panel belakang terbuka seperti hatchback, dengan kaca belakang menyatu pada pintu bagasi.
Dari sisi interior, detailnya tampak kalem, tampak berbeda dibanding gaya khas Ferrari yang kental nuansa supercar agresif.
Setir dibuat dari aluminium daur ulang dan terhubung dengan panel instrumen bergerak yang mengikuti posisi setir agar informasi tetap berada di garis pandang pengemudi.
Baca Juga: Bukan Editan, Motor Seharga Rp 8 M Ini Gendong Mesin V8 Ferrari
Ferrari juga tetap mempertahankan kontrol fisik seperti tombol dan dial, berdampingan dengan layar OLED khusus.
Ada sentuhan unik khas Ferrari: kunci mobil menggunakan Corning Gorilla Glass dan teknologi E Ink, serta memicu animasi startup berwarna kuning Ferrari di kabin.
Fitur lain termasuk kursi pijat opsional, kontrol penumpang belakang, dan sistem audio 21 speaker 3.000 watt.
Soal performa, bobotnya mencapai 2.260 kg, bisa dibilang cukup berat untuk standar EV modern.
Namun Ferrari mengklaim baterai rendah, konfigurasi empat motor, torque vectoring, dan layout kendaraan membuat responsnya setara mobil yang 400 kg lebih ringan.