Ferrari juga tetap mempertahankan kontrol fisik seperti tombol dan dial, berdampingan dengan layar OLED khusus.
Ada sentuhan unik khas Ferrari: kunci mobil menggunakan Corning Gorilla Glass dan teknologi E Ink, serta memicu animasi startup berwarna kuning Ferrari di kabin.
Fitur lain termasuk kursi pijat opsional, kontrol penumpang belakang, dan sistem audio 21 speaker 3.000 watt.
Soal performa, bobotnya mencapai 2.260 kg, bisa dibilang cukup berat untuk standar EV modern.
Namun Ferrari mengklaim baterai rendah, konfigurasi empat motor, torque vectoring, dan layout kendaraan membuat responsnya setara mobil yang 400 kg lebih ringan.
Mobil ini juga memiliki sistem torque shift unik untuk menghadirkan sensasi engine braking ala mobil sport.
Empat motor listriknya diadaptasi dari supercar Ferrari F80, menghasilkan total output dengan daya setara 1.035 dk.
Baterainya berkapasitas 122 kWh dengan arsitektur 800V, mampu mengisi hingga 70 kWh dalam 20 menit dengan fast charger 350 kW.
Paket baterai juga berfungsi sebagai struktur rangka, meningkatkan kekakuan bodi secara signifikan.
Kabarnya, Ferrari akan membuka pemesanan di Eropa akhir tahun ini dengan harga sekitar €520.000 atau setara Rp 10,8 miliar (kurs €1 = Rp 20.730 per 28 Mei 2026).
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR