"Jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat," ungkap Roberth.
Stok sekitar 28 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
"Stok ini terus dilakukan top-up atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor," ujar Roberth.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap ketersediaan BBM dipenuhi dari 2 sisi.
"Pertama produksi dalam negeri yang masuk ke kilang dengan optimalisasi kilang Indonesia dan sumber crude dari dalam negeri," jelasnya.
Kedua, melalui pengadaan yang berasal dari luar negeri.
"Tidak saja berasal dari Asia, tapi juga wilayah lainnya seperti Afrika, Amerika, Brasil," bilangnya. (Hend)
Baca Juga: Protokol di Selat Hormuz Diperketat, Begini Nasib Kapal Tanker Pertamina
Kebutuhan Nasional dan Kemampuan Produksi
Secara fundamental, kebutuhan minyak nasional memang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan produksi domestik.
Konsumsi minyak Indonesia saat ini berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari.
Angka ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi, terutama dari sektor transportasi dan industri yang menjadi penyumbang utama penggunaan BBM.