Protokol di Selat Hormuz Diperketat, Begini Nasib Kapal Tanker Pertamina

Ferdian - Minggu, 12 April 2026 | 08:10 WIB

Dua kapal tanker Pertamina Indonesia yang tertahan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran

GridOto.com - Karena ketegangan di kawasan selat Hormuz belum mereda, negosiasi dengan otoritas Iran terus berlanjut, salah satunya kapal Indonesia.

Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi sketika merespons pertanyaan terkait kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di jalur tersebut.

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," kata Dubes Boroujerdi dilansir dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (9/4), menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.

Baca Juga: Berhembus Isu Motor Beli Pertalite Dibatasi 4 Liter Per Hari, Begini Penjelasan Pertamina

Meski begitu pada Jumat (10/4), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.

"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Adapun menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

YANG LAINNYA