"Setelah kejadian viral segala macam, terus saya istirahat. Saya bangun sekitar jam 07.00 WIB langsung minta ke customer care Alva Experience buat non-aktifkan motor," katanya.
"Saya langsung ke website Alva, cari info ke customer care. Akhirnya saya WhatsApp dulu, terus saya hubungi. Saya jelaskan kejadian dihipnotis pencurian motor," terangnya.
"Mereka menanyakan data. Untungnya STNK sama KTP saya masih ada. Saya diminta mengalihkan data sementara pakai dua nomor handphone dan satu email berbeda," papar Abay.
"Setelah terkonfirmasi itu akun saya, akhirnya akses bisa dimatikan sementara. Jadi motor saya sudah tidak bisa dipakai," ujarnya.
Setelah proses pelacakan dilakukan, posisi motor berhasil diketahui.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Akhirnya saya koordinasi untuk cek lokasi motor," jelasnya.
Abay mengatakan, proses verifikasi hingga motor berhasil dilacak berlangsung cukup cepat yakni sekitar satu jam, meski sempat terkendala pengisian data.
"Untungnya cepat prosesnya. Sekitar jam 09.00-10.00 WIB, lokasi motor terdeteksi di dekat Pasar Lembang, Ciledug. Pas saya cek, itu tempat agak terpencil, kayak tempat pemotongan ayam," beber Abay.
Baca Juga: Polisi Cerdik, Endus Gudang Motor Curian di Matraman Lewat Jejak Sinyal GPS
Selanjutnya, Abay langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi sambil terus memantau pergerakan motornya.
"Terus saya langsung ke Polsek buat laporan. Sambil itu saya terus update lokasi motor. Menjelang jam 11.00 WIB, belum ada pergerakan," ujarnya.