GridOto.com - Salah satu pemilik motor listrik Alva Cervo membagikan cerita kasus begal modus hipnotis yang dialaminya.
Yakni Abay Akbar yang sempat kehilangan motor listrik premiumnya itu karena kena hipnotis pelaku begal.
Namun canggihnya, Abay berhasil menemukan kembali motor listrik Alva Cervo itu dengan cara pelacakan.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @infojakarta30.
Dalam unggahan itu, diceritakan bagaimana Abay kehilangan motornya dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ia sadari di daerah Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Abay diduga menjadi korban hipnotis oleh pelaku, sehingga tanpa perlawanan menyerahkan motor listrik Alva Cervo pada tanggal 1 April lalu, saat hendak pulang ke rumah dari kantor.
"Sebenarnya yang saya ingat itu, kejadian terakhir di TKP itu jam 23.30 WIB. Tapi yang viral itu jam 02.30 WIB (dini hari), karena saya baru sadar. Entah ketiduran atau apa segala macam," tuturnya, (8/4/26) dilansir dari Kompas.com.
Setelah kejadian tersebut, Abay dibantu pulang ke rumah.
Keesokan paginya, ia langsung menghubungi layanan pelanggan Alva untuk meminta bantuan pelacakan.
Abay sendiri memiliki aplikasi My Alva, aplikasi buat pengguna motor listrik Alva.
Setelah itu customer service Alva kemudian membantu melacak lokasi terakhir motor tersebut.
"Setelah kejadian viral segala macam, terus saya istirahat. Saya bangun sekitar jam 07.00 WIB langsung minta ke customer care Alva Experience buat non-aktifkan motor," katanya.
"Saya langsung ke website Alva, cari info ke customer care. Akhirnya saya WhatsApp dulu, terus saya hubungi. Saya jelaskan kejadian dihipnotis pencurian motor," terangnya.
"Mereka menanyakan data. Untungnya STNK sama KTP saya masih ada. Saya diminta mengalihkan data sementara pakai dua nomor handphone dan satu email berbeda," papar Abay.
"Setelah terkonfirmasi itu akun saya, akhirnya akses bisa dimatikan sementara. Jadi motor saya sudah tidak bisa dipakai," ujarnya.
Setelah proses pelacakan dilakukan, posisi motor berhasil diketahui.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Akhirnya saya koordinasi untuk cek lokasi motor," jelasnya.
Abay mengatakan, proses verifikasi hingga motor berhasil dilacak berlangsung cukup cepat yakni sekitar satu jam, meski sempat terkendala pengisian data.
"Untungnya cepat prosesnya. Sekitar jam 09.00-10.00 WIB, lokasi motor terdeteksi di dekat Pasar Lembang, Ciledug. Pas saya cek, itu tempat agak terpencil, kayak tempat pemotongan ayam," beber Abay.
Baca Juga: Polisi Cerdik, Endus Gudang Motor Curian di Matraman Lewat Jejak Sinyal GPS
Selanjutnya, Abay langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi sambil terus memantau pergerakan motornya.
"Terus saya langsung ke Polsek buat laporan. Sambil itu saya terus update lokasi motor. Menjelang jam 11.00 WIB, belum ada pergerakan," ujarnya.
"Terakhir dapat info, posisi motor kan sudah di-lock. Baterai dan mesin enggak bisa dinyalakan, tapi masih terdeteksi bergerak, kemungkinan didorong atau ditowing," katanya.
Setelah mengetahui motornya bergerak, Abay kemudian menginfokan ke temannya untuk mengintai atau melihat kondisi motornya.
Rupanya motornya terparkir dan dikunci setang oleh pelaku.
Setelah memastikan motornya dari info customer service dan Aplikasi My Alva.
Tanpa menunggu kawalan kepolisian, Abay bersama beberapa rekannya kemudian memutuskan untuk mendatangi lokasi motor tersebut.
"Waktu saya sampai di lokasi, saya lihat ada tiga orang lagi menggeser motor saya. Posisi motor sudah menghadap jalan, kunci setang sudah terbuka," ujar Abay.
"Akhirnya saya pepetin, tapi tetap jaga jarak karena takut salah orang atau mereka membawa senjata. Begitu saya teriak 'maling', dua orang kabur naik motor," katanya.
Di tengah maraknya kasus begal dengan berbagai modus, kejadian yang dialami Abay menunjukkan teknologi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan keamanan kendaraan.
Selain kewaspadaan pengguna, dukungan sistem keamanan berbasis digital juga berperan penting dalam melindungi kendaraan di era modern.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR