Berhembus Isu Motor Beli Pertalite Dibatasi 4 Liter Per Hari, Begini Penjelasan Pertamina

By , Sabtu, 11 April 2026 | 13:30 WIB

Harga pertalite resmi naik jadi Rp 10.000 hari ini, Sabtu (3/9/2022) (Kompas.com)

Terkait kabar tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan informasi pembatasan pembelian Pertalite untuk motor tersebut kurang tepat.

Ia menyampaikan, hingga saat ini tidak ada pembatasan pembelian Pertalite untuk motor, dan pengendara motor juga tidak diwajibkan menggunakan QR Code MyPertamina.

"Dari Pertamina belum ada pelaksanaan kebijakan pembatasan seperti ini," jelasnya, (7/4/26) .

Menurut Roberth, distribusi BBM masih berjalan normal secara nasional, termasuk di wilayah Jawa Barat.

SPBU Pertamina juga belum menerapkan pembatasan karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah.

Meski demikian, ia menjelaskan penggunaan QR Code memang sudah lama diberlakukan untuk kendaraan roda empat dalam pembelian BBM subsidi.

Ia juga menambahkan angka pembatasan yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah.

"Untuk pembelian BBM subsidi, memang menggunakan QR Code tapi hanya untuk mobil," terang dia.

Baca Juga: Organda Kritik Pembatasan BBM Subsidi, Usul Pertalite dan Solar Hanya Untuk Pelat Kuning

Penerapan penggunaan QR Code untuk mobil tersebut sudah diberlakukan sejak lama, sebelum adanya pembatasan energi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan keputusan pemerintah untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar bagi kendaraan roda empat.

Pembelian BBM Subsidi tersebut diwajibkan menggunakan QR Code MyPertamina dengan batas maksimal 50 liter per kendaraan per hari.

"Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina," ujar Airlangga, dikutip dari Antara, (31/3/26).