Pada area dasbor, layar infotainment kini difungsikan untuk menampilkan data telemetri secara real-time.
Menariknya, truk ini tetap mempertahankan konfigurasi extended cab khas D-Max, lengkap dengan pintu belakang model suicide door.
Di balik kap mesin, terdapat powertrain yang telah dimodifikasi besar-besaran dari basis mesin turbodiesel 2.2 liter Ddi MaxForce.
Kini dilengkapi turbo yang lebih besar, intercooler yang direvisi, serta software mesin yang diperbarui.
Outputnya berupa tenaga 281 dk (210 kW / 285 PS) dan torsi 507 Nm. Ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 120 dk dan 107 Nm dibandingkan D-Max standar.
Tenaga disalurkan hanya ke roda belakang melalui transmisi manual bawaan, dipadukan dengan kopling performa tinggi BK Clutch yang lebih tahan untuk penggunaan berat di lintasan.
Baca Juga: Fakta Singkat Kapabilitas Isuzu D-MAX EV, Jadi Listrik Tetap Macho
Truk ini menggunakan sistem suspensi baru dari Penske, dengan peredam yang dapat diatur untuk handling optimal di trek.
Supaya lebih andal saat dipakai balap, sasis ladder-frame bawaan Isuzu D-Max ini diperkuat lagi serta menggunakan kombinasi roda dan ban yang sesuai.
Sistem pengereman juga ditingkatkan dengan rem Ferodo enam piston di depan dan empat piston di belakang, lengkap dengan indikator suhu untuk memudahkan pengecekan panas di pitlane.
Berbeda dengan kebanyakan konsep truk balap yang hanya menjadi pajangan, D-Max ini benar-benar akan diproduksi, meskipun sangat terbatas hanya 15 unit.
Setiap unit dibanderol seharga 1.490.000 baht atau seatara Rp 778 jutaan (kurs 1 Baht = Rp 522,73 per 6 April 2026).