GridOto.com - Di pasaran, kini mulai banyak bermunculan paket bore up buat motor bekas injeksi.
Paket bore up ini cukup pasang part pengganti dengan plug n play (PnP) kalau ingin bore up.
Nah, apakah setelah bore up motor injeksi perlu juga remap ECU?
Ryan Fasha, pemilik bengkel K.1 Garage ini kasih saran buat kalian yang bore up mesin motor injeksi.
"Kalau menurut saya perlu lakukan remap ECU setelah bore up mesin motor injeksi," ucap Ryan.
"Soalnya tujuan remap ECU itu menyesuaikan lagi debit bahan bakar yang dibutuhkan oleh mesin," tambahnya saat ditemui di Jl. Mas Indah 14 Perum Papan Mas Blok G40 No.6, Bekasi, Tambun.
Soalnya saat pakai piston lebih besar, perlu ada beberapa penyesuaian.
Penyesuaian debit udara dan bahan bakar oleh kondisi ruang bakar setelah dibore up dilihat dari air fuel ratio (AFR).
Secara sederhana, AFR adalah sebuah ratio atau perbandingan udara dengan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar.
"Misalnya saat bore up tapi masih pakai injector standar itu rata-rata AFR-nya jadi 14:1 atau terlalu kering," papar Anggi
"Enggak hanya injector, pergantian noken as dengan profil lebih tinggi dan durasi lebih panjang misalnya itu juga akan memengaruhi nilai AFR," jelasnya saat ditemui di Jalan Kemang Raya No.32, Kalibaru, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Menurut Anggi, kondisi AFR yang kering atau tidak sesuai dengan kebutuhan mesin akan membuat hasil bore up motor injeksi enggak maksimal.