"Dia sudah minta maaf dan berjanji untuk tidak narik uang parkir untuk seluruh driver online yang di sekitar situ, yang berhenti di resto sekitar situ," urainya.
Diungkapkan Rie Ramawati, tarif parkir meskipun Rp 2.000 dapat dikatakan cukup membebani ojek online.
Sebab, pendapatan yang didapatkan ojol dari mengantar orderan tidak banyak.
Di sisi lain, ojek online tidak parkir dengan durasi yang lama karena hanya untuk mengambil orderan.
"Tarif kita kan cuma Rp 5.000. Doble order kan kita kadang cuma dapat Rp 7.200, triple order kita dapat Rp 10.000 tok, tiga resto, kalau kena parkir semua kita tidak dapat apa-apa," bebernya.
Menurut Rie Ramawati, sudah banyak tukang parkir di Yogyakarta yang membebaskan biaya parkir untuk para ojek online.
Hal tersebut karena mereka memahami kondisi dari para ojek online.
"Sebenarnya banyak yang sudah menerapkan bebas (biaya) parkir untuk ojol," tuturnya.