Otojadul - Cerita Pengembangan Mobil Nasional Bikinan Aburizal Bakrie, Sampai Rekrut Lima Perusahaan

By , Selasa, 21 September 2021 | 09:35 WIB

Gambaran mobil nasional Bakrie B-97. (Dok. OTOMOTIF)

"Konsep fondasi sasis membuatnya mudah dimodifikasi tanpa harus mengubah sasis desainnya," ujarnya, dikutip dari Tabloid OTOMOTIF No 14/VI terbitan 12 Agustus 1996.

Aburizal Bakrie bersama timnya yang terlibat dalam pengembangan mobil nasional, Bakrie B-97. (Dok. OTOMOTIF)

Lalu untuk suspensi depan dibuat independen dengan mengandalkan sokbreker buatan Kayaba yang diproduksi di Indonesia.

Tak lupa, para teknisi juga memasangkan torsion bar yang dibuat sejajar dengan sasis untuk menggantikan peran per keong.

Hal tersebut membuat bantingan suspensi prototipe B-97 jadi empuk, sehingga pengemudi dan penumpang bisa merasa nyaman saat berkendara.

Supaya prototipe ini semakin stabil, dipasangkan stabilisator yang melintang dari kiri ke kanan yang berfungsi sebagai anti-roll bar.

"Satu-satunya mobil yang pakai anti-roll sebagai kelengkapan standarnya," kata salah satu staf engineering Bakrie Motor, Suryanto Hariadi.

Baca Juga: Otojadul: Drag Race Tuban 2001, Penonton Ngamuk hingga Bakar Lintasan Gara-gara Pembalap Ogah Start, Ini Alasannya

Urusan komponen-komponen lokal yang ada di Bakrie B-97, bisa terlihat di beberapa part, seperti pengereman depan yang menggunakan cakram dan tromol untuk bagian belakang merupakan buatan pabrik Bakrie Tosan.

Beralih ke dapur pacunya, Bakrie Motor menyediakan tiga varian mesin yang dipasangkan di B-97, yakni 1.900 turbo intercooler, empat-silinder 8-klep 2.000 cc dan empat-silinder 16-klep 2.000 cc.

Tercatat ada kurang lebih 10 persen dari komponen ketiga mesin itu dibuat secara lokal di Indonesia.

Belum lagi ada banyak part di Bakrie B-97 rancangan Aburizal Bakrie dan timnya yang juga dibuat secara lokal.

Ketika pengembangan prototipe dan pengetesan dirasa sudah cukup, Bakrie Motor pun bisa beralih ke tahap produksi yang dilakukan secara lokal.