Sementara itu, pabrik Zwickau telah diubah menjadi fasilitas produksi khusus mobil listrik sejak 2020.
Saat ini pabrik tersebut memproduksi Volkswagen ID.3, ID.4, ID.5, Cupra Born, hingga Audi Q4 e-tron.
Pabrik Emden yang dibangun pada era 1960-an dulunya memproduksi Beetle dan Passat.
Kini fasilitas tersebut hanya memproduksi kendaraan listrik, yakni ID.4 dan ID.7.
Adapun pabrik Audi di Neckarsulm memproduksi Audi A5, A6, serta A8 yang akan segera dihentikan produksinya.
Baca Juga: Maxdecal, Volkswagen Indonesia dan EKRAF Kolaborasi, Hadirkan ID. BUZZ Untuk Ekspresi Diri
Langkah efisiensi besar-besaran ini disebut dipicu oleh terus menurunnya margin keuntungan Volkswagen.
Salah satu penyebab utamanya adalah pesatnya pertumbuhan produsen mobil China dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat bisnis Volkswagen di Negeri Tirai Bambu terus melemah.
Volkswagen sebenarnya merupakan salah satu pelopor produsen mobil asing di China sejak pasar otomotif negara tersebut dibuka untuk investasi asing pada 1980-an.
Berkat langkah itu, Volkswagen berhasil menjadi merek mobil terlaris di China selama hampir empat dekade, mulai 1986 hingga 2023.
Namun posisi tersebut akhirnya direbut BYD pada 2023.
Sepanjang 2025, Volkswagen Group menjual 2.693.800 kendaraan di China atau turun 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski masih menjadi merek mobil bermesin bensin dan diesel (ICE) terlaris di China, Volkswagen tertinggal dari para pesaingnya di segmen kendaraan listrik yang kini berkembang sangat pesat.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR