GridOto.com - Gelaran MotoGP Belanda di Assen akhir pekan ini akan jadi momen pertama Pembalap akan balapan tanpa menggunakan front holeshot device (alat pengatur ketinggian motor bagian depan).
Melansir Crash.net, larangan penggunaan sistem penurun motor ini sengaja dipercepat.
Selain itu, jarak antar posisi di grid start juga akan diubah mulai GP Jerman pekan depan.
Langkah-langkah ini diambil demi meningkatkan keselamatan pembalap di tikungan 1.
Sebagai informasi, front holeshot device hanya digunakan saat start untuk meningkatkan akselerasi dengan cara mencegah roda depan terangkat (wheelie).
Posisi yang lebih rendah membuat distribusi bobot berpindah ke depan sehingga roda depan tidak mudah terangkat (wheelie) ketika tenaga mesin sekitar 300 hp dilepaskan secara penuh.
Sederhananya, fungsi holeshot device adalah membuat motor melesat lebih efektif ketika lampu start padam.
Namun, sistem ini baru bisa mati (kembali ke posisi normal) jika pembalap melakukan pengereman keras di Tikungan 1.
Baca Juga: Update Bursa Transfer MotoGP 2027, Ini Beberapa Pembalap yang Sudah Amankan Kursi
Hal inilah yang dinilai berbahaya karena bisa mengecoh atau membahayakan pembalap lain di belakangnya.
Sementara itu, untuk rear ride-height device (alat pengatur ketinggian bagian belakang) masih tetap boleh digunakan saat start maupun selama balapan berlangsung hingga akhir musim ini.
Sekadar info, teknologi ini pertama kali dipopulerkan Ducati sekitar 2018.
Awalnya hanya bekerja pada suspensi belakang, tetapi kemudian berkembang hingga mengendalikan suspensi depan.
Dalam beberapa tahun terakhir hampir seluruh pabrikan MotoGP mengadopsi sistem serupa.
Dalam MotoGP modern, start menjadi salah satu momen paling krusial.
Perbedaan hanya sepersepuluh detik saat start bisa menentukan siapa yang memasuki tikungan pertama di posisi terdepan.
Dengan holeshot device, pembalap bisa membuka gas lebih agresif tanpa khawatir roda depan terangkat.
Baca Juga: MotoGP Rombak Aturan Besar-besaran, Holeshot Dilarang Hingga Kuota Motor Dibatasi
Keuntungan lainnya antara lain: akselerasi lebih maksimal saat start.
Wheelie berkurang sehingga tenaga tersalur lebih efektif ke roda belakang.
Motor lebih stabil menuju tikungan pertama dan membantu mempertahankan posisi ketika memulai balapan.
Tak heran jika teknologi ini kemudian berkembang menjadi "perlombaan senjata" antar pabrikan demi mencari start paling sempurna.
Nah dengan adanya perubahan aturan dalam sesi balap di Assen, panitia akan memberikan waktu latihan.
Hal ini untuk membantu para pembalap dan tim beradaptasi sebelum sesi Sprint dan balapan utama (Grand Prix).
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR