"Sebenarnya tidak. Pelanggan kami tetap melanjutkan pembelian. Tentu saja kondisi ini menjadi tantangan yang penting bagi kami, tetapi di saat yang sama permintaan dari pasar domestik masih terus bertumbuh," katanya.
BMW juga mengaku belum merasakan dampak signifikan terhadap penjualan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Sejauh ini tidak ada. Sampai saat ini kami belum melihat adanya dampak terhadap penjualan," ungkap Sunny.
Ia menambahkan, proses distribusi kendaraan kepada konsumen masih berjalan normal.
Selain itu, sejumlah pelanggan saat ini juga masih menantikan kedatangan model-model terbaru BMW yang baru diperkenalkan ke pasar Indonesia.
"Di sisi lain, pelanggan kami juga masih menantikan beberapa model baru, terutama tiga model yang baru saja diperkenalkan hari ini. Karena itu, kami akan terus memastikan pelanggan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk menunggu dan memiliki mobil impian mereka," tutupnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR