GridOto.com – Di tengah tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah, Daihatsu memastikan harga produknya masih belum mengalami penyesuaian hingga saat ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani.
Ia menegaskan, sepanjang beberapa bulan terakhir belum ada kenaikan harga kendaraan Daihatsu di Indonesia.
“Tidak ada. Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama 4 bulan sejauh ini tidak ada kenaikan harga,” ujarnya di BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Agung menilai, langkah ini merupakan komitmen Daihatsu dalam menjaga daya beli konsumen, khususnya di segmen entry level yang selama ini menjadi basis utama pasar mereka.
Meski demikian, Daihatsu belum bisa memastikan sampai kapan strategi menahan harga ini akan terus dilakukan.
Keputusan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi, khususnya pergerakan nilai tukar Rupiah, dan beberapa kebijakan pemerintah yang berlaku.
“Harus ditanya ke pemerintah nih. Kira-kira sampai kapan ini akan naik terus? Nanti kami coba amati lagi,” kata Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, Daihatsu telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi tekanan Rupiah, misalnya saja efisiensi di lini produksi.
Baca Juga: Baiknya Daihatsu Bagi-bagi Promo Tengah Tahun, Beli Mobil Bisa Dapat Ayla Gratis
"Kami lakukan beberapa hal. Kami restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kami,” kata Agung.
Selain itu, Daihatsu juga menggandeng seluruh rantai pasok untuk mencari solusi jangka menengah, terutama dalam meningkatkan tingkat kandungan lokal pada komponen kendaraan.
“Lalu yang kedua kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen import,” lanjutnya.
Dengan kombinasi strategi tersebut, Daihatsu untuk sementara masih mampu menjaga stabilitas harga jual produknya.
Namun, jika tekanan kurs berlanjut dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin penyesuaian harga akan menjadi opsi yang dipertimbangkan ke depan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR