Apalagi karakter pasar Indonesia masih didominasi kendaraan keluarga yang dipakai untuk aktivitas dalam kota hingga perjalanan antar kota.
“Nah mungkin bukan hanya penggunaan dalam kota, tapi juga penggunaan luar kota, antar kota. Seperti kebutuhan itulah, kami melihat bahwa customer masih memilih,” tambah Bansar.
Toyota pun melihat tren kenaikan penjualan terjadi hampir di seluruh lini hybrid mereka.
Tidak cuma Veloz Hybrid, tapi juga Kijang Innova Zenix Hybrid yang saat ini masih menjadi salah satu tulang punggung penjualan elektrifikasi Toyota di Indonesia.
“Tapi kami melihat bahwa ada tren kenaikan, khususnya di mobil-mobil hybrid kami. Bukan hanya di Veloz, tapi juga ada di Zenix, dan di model-model hybrid kami,” jelasnya.
Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memang menunjukkan pasar hybrid nasional sedang tumbuh agresif.
Distribusi mobil hybrid dari pabrik ke dealer pada April 2026 tercatat mencapai 8.414 unit, naik sekitar 86 persen dibanding Januari 2026 yang masih berada di angka 4.522 unit.
Toyota sendiri masih mendominasi pasar hybrid nasional dengan pangsa sekitar 61 persen sepanjang Januari-April 2026.
Kontributor terbesarnya datang dari Kijang Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid yang dinilai cocok dengan kebutuhan konsumen Indonesia karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan fungsi kendaraan keluarga.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR