Pemuaian ini menyebabkan residu yang biasa disebut jamur kepala aki.
"Bersihkan jamur putih di kepala aki secara rutin, karena bila dibiarkan menumpuk akan mengganggu arus litrik pengisian, aki jadi gampang rusak," beber Kuntarto.
Bersihkan jamur putih ini bisa dengan menyiramkan air panas ke kepala aki.
2. Volume Air Aki
Karena bergantung dengan air aki atau asam sulfat (H2SO4), volume air harus diperhatikan.
"Jaga selalu volume air aki di batas upper level yang tertera di badan aki," jelasnya.
"Air yang dijaga pada batas ini membuat sel-sel aki terendam sehingga bisa menghasilkan arus listrik maksimal," tambahnya.
Sementara kalau air aki terus menerus dibiarkan kurang membuat sel aki akan cepat rusak.
Bila mobil digunakan terus menerus, periksa ketinggian air aki minimal 1 minggu sekali.
3. Kurangi Beban Kelistrikan
Pabrikan mobil sudah memperhitungkan berapa beban kelistrikan yang ditanggung dengan kapasitas aki dan pengisian.
"Kebanyakan pasang komponen kelistrikan yang mengambil arus listrik dari aki sebenarnya bisa bikin aki jadi gampang rusak," ungkapnya.
Beban kelistrikan terlalu besar maka aki yang menanggungnya sehingga arus listrik yang ada terkuras.
Pengisian alternator yang enggak memadai membuat aki jadi cepat soak.
"Sebaiknya kurangi penggunaan komponen kelistrikan yang enggak perlu, ini bisa bikin umur aki mobil bertahan lebih lama," tutup Opik.
Baca Juga: Menggiurkan, Mobil Bekas Toyota Agya G TRD 2015 Dijual Di Bawah Rp 100 Juta
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR