Kondisi tersebut membuat showroom BYD ramai dikunjungi calon konsumen yang ingin mengenal lebih jauh teknologi PHEV milik BYD tersebut.
“Namun, yang terjadi adalah demand yang cukup tinggi setelah peluncuran teknologi DM kemarin dua hari yang lalu itu membuat banyak kunjungan ke showroom-showroom kita, ingin melihat langsung dan bahkan ingin langsung memesan kendaraan tersebut,” lanjutnya.
Baca Juga: Mesin Bensin BYD M6 DM Punya Rasio Kompresi Tinggi, Apa Jenis BBM yang Direkomendasikan?
Karena tingginya permintaan, BYD Indonesia akhirnya melakukan koordinasi internal dengan jaringan penjualan untuk memberikan gambaran harga awal kepada calon pembeli.
Tujuannya agar konsumen memiliki acuan sebelum harga resmi diumumkan perusahaan.
“Untuk itu, kami melakukan internal koordinasi dengan jaringan penjualan untuk mengeluarkan indication price, harga estimasi sehingga memberikan informasi yang cukup relevan kepada customer untuk melakukan order,” katanya.
Namun, kisaran harga estimasi tersebut justru ikut tersebar luas ke publik dan memicu spekulasi terkait banderol BYD M6 DM.
“Nah, yang disayangkan indication price-nya terinfo ke publik. Tapi ya, anyway, kami tidak mengatakan iya dan kami tidak juga mengatakan tidak terhadap informasi itu,” ungkap Luther.
Baca Juga: BYD M6 DM Meluncur di Indonesia, Pertama Pakai Teknologi PHEV
Meski tidak membenarkan ataupun membantah angka Rp 310 juta hingga Rp 390 juta yang beredar, BYD memberi sinyal bahwa harga resmi nantinya kemungkinan tidak akan berbeda terlalu jauh dari kisaran tersebut.
“Namun, itu bukanlah official harga yang akan BYD keluarkan secara resmi. Namun, itu hanya merupakan indication price yang kami sampaikan kepada jaringan penjualan sebagai acuan. Ini indication price harusnya tidak jauh lebih ke atas atau mungkin juga ke bawah,” tutupnya.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR