GridOto.com - Pemilik mobil diesel mungkin sudah tidak asing dengan istilah ngobos atau secara teknis memiliki bahasa blow-by.
Mesin diesel yang ngobos ini bisa dengan mudah dideteksi, salah satunya dengan melihat di bagian dipstick oli mesin.
Saat mesin mobil hidup cabut dipstick oli mesin untuk melihat apakah ada uap oli yang keluar secara berlebihan.
Jika uap oli mesin keluar berlebihan maka bisa dibilang mesin diesel sudah mengalami ngobos.
"Kalau dijelaskan dengan mudah, ngobos ini merupakan tekanan balik kompresi dari ruang bakar ke bagian bawah mesin karena kebocoran," buka Irfan Nugroho dari bengkel X-Boost Station.
Baca Juga: Cepat Lakukan Ini Jika Indikator Filter Solar di Mobil Diesel Menyala
Seperti yang kita ketahui, tekanan kompresi mesin diesel jauh lebih tinggi dari mesin bensin biasa.
"Solusi satu-satunya paling efektif dan permanen ya harus turun mesin untuk dilakukan pengecekan keseluruhan," jelasnya.
Pengecekan dinding silinder, piston sampai celah ring piston menjadi sangat penting karena dari sini penyebab ngobos.
Jika terjadi pengikisan dari ring piston yang membuat gap menjadi besar membuat kompresi bocor dari sini.
Celah ring piston yang direkomendasikan dan menjadi batas toleransi sekitar 0,25-0,35 mm.
Baca Juga: Mobil Diesel Pakai Pertamina Dex Ganti Biosolar, Ini yang Terjadi
"Jika lebih dari itu perlu dilakukan penggantian ring piston dan jika dibutuhkan pembesaran dinding silinder atau istilahnya oversize," sebut pria yang bermarkas di Teluk Pucung, Bekasi.
Mesin diesel yang ngobos ini juga membuat tenaga mesin juga ikut terkoreksi dan mesin jadi loyo.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR