Selama 55 tahun ini Toyota telah menanamkan investasi di Indonesia sebesar Rp 100 T.
Toyota bersama dengan jaringan pemasok lokal dan dealer yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual.
Baca Juga: Penjualan Maret 2026, Toyota Kijang Innova Zenix Pukul Balik Reborn
Upaya ini telah menghasilkan produksi kumulatif sebanyak 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit kendaraan Toyota Group.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mempercepat transisi menuju netralitas karbon melalui pendekatan berbagai macam teknologi (multipathway) yang telah teruji, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk Flexible Fuel Vehicles (FFVs) dengan menggunakan campuran bioethanol, yang sesuai dengan beragam kebutuhan mobilitas konsumen di pasar Indonesia.
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh ke-2 2026.
Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.
Baca Juga: Toyota Hilux Rangga MBG, Siap Bawa Lebih dari 1000 Ompreng Makanan
Kolaborasi dan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor
manufaktur melalui pendalaman lokalisasi baterai HEV, tetapi juga membangun industri lokal menjadi produsen komponen bernilai tambah lebih tinggi.
Berdasarkan catatan GAIKINDO, sepanjang Januari–Desember 2025 penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177,367 unit atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 103,452 unit.
Pada saat yang sama, produksi kendaraan elektrifikasi mencapai 127.420 unit, dengan 99.162 unit untuk pasar domestik dan sekitar 55% dari total penjualan yang dipenuhi oleh produksi lokal.
HEV menjadi kontributor utama dengan jumlah 97.462 unit atau sekitar 76,5% dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2025.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR