Untuk mesin konvensionalnnya hanya berfungsi sebagai generator alias hanya untuk mengisi daya ke baterai jika dibutuhkan.
"REEV ini memberikan kebebasan kepada konsumen karena ukuran baterai yang cukup besar," jelas Setiawan kepada GridOto.
"Baterainya 27,28 kWh, yang bisa digunakan tergantung kebutuhan kustomer," tambahnya.
Baca Juga: Changan Tancap Gas di Bandung, Dealer 3S Resmi Dibuka Buat Garap Pasar Jabar
Cuma mengandalkan baterai saja, Changan Deepal S05 bisa berjalan lebih dari 170 km.
"Kalau jarak pendek-pendek saja enggak usah pakai (mesin) bensin, cukup pakai baterainya saja," ujar Setiawan.
"Apalagi kalau jaraknya enggak sampai 175 km, sampai rumah ya colok lagi aja listriknya," tambahnya.
Changan Deepal SO5 REEV dibekali juga lubang untuk pengisian daya layaknya mobil listrik.
2. Lebih Efisien
Teknologi REEV diklaim lebih efisien dibandingkan dengan teknologi hybrid konsumen.
Terutama teknologi hybrid yang menggunakan mesin bensin dan motor listrik untuk menggerakan roda.
"Kalau dua-duanya (mesin bensin dan motor listrik) bergerak efisensinya lebih kecil daripada REEV," kata Setiawan.
"REEV ini mempunyai jarak tempuh yang jauh banget untuk penggunaan dalam kota, REEV harusnya lebih efisien," tambahnya.
Dalam kondisi baterai penuh, Changan Deepal S05 bisa berjalan hingga 175 km.
"Jadi kalau di bawah 170 km mesin bensinnya belum hidup masih pakai listrik saja," kata Setiawan.
"Sehingga REEV jadi yang paling Efisien," tuturnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR