GridOto.com - Di gelaran Parade Chindo, saya memilih Changan Lumin karena tertarik dengan tampangnya yang imut.
Fyi, Changan Lumin jadi mobil yang paling kecil di dalam program Parade Chindo ini.
Saat pandangan pertama, mobil listrik dengan kapasitas 4 penumpang memang kelihatan imut dan gemesin.
Mulai dari bentuk kap mesin lanjut bentuk headlamp yang terlihat seperti mata lengkap dengan alisnya.
Oleh Changan desain lampu headlamp serta stoplamp ini diberi nama Moon Eye Headlights dan Moon Eye Rear Lamp.
Dipadukan dengan warna yang lucu yaitu Magpie Grey membuat Changan Lumin punya daya tarik sendiri, terutama untuk perempuan.
Baca Juga: Changan Tancap Gas di Bandung, Dealer 3S Resmi Dibuka Buat Garap Pasar Jabar
Saat masuk ke dalam kabin, kesan Changan Lumin berubah menjadi mobil yang punya kabin yang cukup luas.
Maklum saja mobil EV yang kini dijual Rp 205 juta OTR Jakarta ini memiliki panjang 3.270 mm, tingginya 1.590 mm dan lebarnya 1.700 mm.
Lebih lebar dari Wuling Air ev yang hanya 1.505 mm.
Bergerak ke belakang, kursi penumpang Changan Lumin bisa dilipat 50:50.
Berkat pelipatan bangku penumpang belakang, total bagasi Changan Lumin menjadi 580 liter.
Lanjut, mengemudikan Changan Lumin terasa seperti naik mobil hatchback listrik.
Putaran stirnya juga terasa effortless walaupun posisinya terlalu ke atas dan tidak dilengkapi dengan pengaturan tilt apalagi teloskopik.
Oya, Changan Lumin menggunakan roda 14 inchi, cukup besar untuk kelas MicroEV.
Selain berpengaruh terhadap bantingan yang lebih nyaman, roda ukuran 14 inchi lebih mudah didapatkan di toko atau distributor ban.
Baca Juga: Changan Lumin Sukses Dapatkan Hati Perempuan, Data Ini Jadi Jawaban
Ngomong-ngomong soal performa, Changan Lumin juga dibekali dengan 2 mode berkendara yaitu Eco dan Sport.
Untuk menggantinya, kalian cukup menekan tombol E/S yang berada dekat tuas transmisi.
Pada mode ECO, Changan Lumin berjalan sangat smooth, termasuk saat mencapai kecepatan maksimalnya di 84 km/jam.
Kemudian disertai dengan regenerative brake cukup kuat yang rasanya seperti engine brake pada mobil konvensional bertransmisi manual dengan posisi gigi 3 atau 4.
Pada mode Sport, tarikan Changan Lumin langsung berubah menjadi lebih sigap.
Apalagi saat pedal gas diinjak lebih dalam untuk menyalip mobil di jalan tol Jagorawi yang lowong di siang hari itu.
Changan Lumin dibekali dengan baterai LFP dengan kapasitas 28,08 kwh.
Dalam kondisi baterai full, MicroEV ini mampu berjalan hingga 301 km berdasarkan standar NEDC.
Asyiknya, Changan memberikan fleksibilitas dalam pengisian daya Lumin.
Soalnya Changan Lumin dibekali dengan port charger AC dan juga support DC CCS2.
Opsi charger AC bisa dipilih saat isi daya Changan Lumin di rumah.
Slow charging namun ramah terhadap baterai health mobil listrik.
Kalau lagi buru-buru, sesekali kalian bisa manfaatkan charger DC CCS2 dan pilih SPKLU yang support fast charging.
Klaimnya, charge baterai Changan Lumin dengan DC Fast Charging dari dari 30 persen sampai 80 persen hanya butuh 35 menit saja.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR