Terdapat juga ABS dua saluran, yang dapat diaktifkan hanya pada roda depan untuk DR-Z4 SM dan dimatikan sepenuhnya untuk DR-Z4 S versi off-road.
Perbedaan utama antara DR-Z4 S dan SM terletak pada ukuran roda.
DR-Z4 SM yang berorientasi jalan raya hadir dengan roda jari-jari 17 inci, sedangkan DR-Z4 S dilengkapi dengan roda jari-jari 21 inci di depan dan 18 inci di belakang.
Untuk pengereman, DR-Z4 S menggunakan cakram rem tunggal 270 mm di depan dengan kaliper Nissin dua piston, sementara SM menggunakan cakram rem mengambang yang lebih besar, yaitu 310 mm.
Kayaba memasok suspensi untuk DR-Z4, dengan garpu terbalik di depan dan monoshock di belakang, keduanya dapat disetel untuk kompresi dan rebound.
Perbedaannya terletak pada jumlah travel suspensi, DR-Z4 S mendapatkan travel 280 mm di depan dan 296 mm di belakang, sedangkan SM mendapatkan travel 260 mm di depan dan 277 mm di belakang.
Dengan spesifikasi suspensi ini, DR-Z4 S memiliki tinggi jok 920 mm dengan jarak ground clearance 300 mm, sedangkan SM menempatkan pengendara pada ketinggian 890 mm dari tanah dengan jarak ground clearance 260 mm.
Kapasitas bahan bakar adalah 8,7 liter, sementara DR-Z4 S memiliki berat 151 kg (basah), dan SM memiliki berat 154 kg.
Baca Juga: Mejeng di IIMS 2026, Suzuki DR-Z4SM Menggendong Spek Mentereng
Pencahayaan LED digunakan di seluruh bagian, sementara versi terbaru DR-Z4 hanya menggunakan starter elektrik.
Ngomongin harga, motor ini dibanderol RM42.888 atau Rp 145 jutaan, belum termasuk pajak jalan, asuransi, dan pendaftaran.
Namun bagi 50 pemilik pertama akan ada diskon menjadi Rp 132 jutaan.
Konsumen juga ditawarkan garansi dua tahun atau per 20.000 km terhadap cacat produksi.
Nah, seperti diketahui motor ini memang sudah pernah nongol di Indonesia tepatnya IIMS 2026, namun hanya sebatas pameran saja dan untuk memantau pasar.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR