Proses ini membuat sebagian oli ikut terbakar bersama bahan bakar saat mesin bekerja.
Namun, jumlah oli yang digunakan sudah diperhitungkan oleh pabrikan.
“Memang oli ya akan kebakar juga, tapi tentunya seberapa banyaknya oli yang disemprotkan itu sudah didesain supaya tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Baca Juga: Mazda Resmikan Training Center di Indonesia, Bareng Dealer PIK 2
Jika konsumsi oli berlebihan, hal tersebut justru menjadi indikasi adanya masalah.
Sebagai acuan, penggunaan oli masih dianggap normal dalam batas tertentu.
“Jadi batasannya itu 10.000 km itu paling tidak menghabiskan maksimum 300 mililiter,” tambahnya.
Meski memiliki karakter berbeda, interval penggantian oli mesin rotary tetap serupa dengan mesin piston.
“Pergantian interval oli juga sama saja dengan mesin piston biasa, karena dari engineeringnya sudah mengukur jumlah oli yang terbakar,” tutupnya.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR