Dalam kondisi jalan licin atau saat pengereman mendadak, ABS membantu mencegah roda terkunci, sehingga meningkatkan stabilitas dan keselamatan pengendara.
Area kokpit juga tidak kalah modern dengan hadirnya panel instrumen layar LCD full digital dengan interface jernih.
Fitur tersebut memberikan informasi lengkap seperti kecepatan, posisi gigi, tingkat bahan bakar, dan status operasional ABS.
Dalam hal performa, Suzuki Smash 115 Plus ABS tetap setia pada nilai-nilai motor bebek harian yang unggul soal daya tahan, efisiensi bahan bakar, dan kemudahan penggunaan.
Smash anyar ini mengandalkan mesin 112,8cc, silinder tunggal, SOHC, berpendingin udara yang mengintegrasikan teknologi LEaP (Light, Efficient, and Powerful).
Melansir dari 2banh.vn, outputnya berupa tenaga maksimum sekitar 9,25 dk pada 7.000 rpm dengan torsi maksimum 9,10 Nm pada 6,500 rpm.
Mesin ini memang tidak terlalu bertenaga, namun diklaim responsif pada kecepatan rendah, sebuah karakter yang dibutuhkan oleh pengguna motor bebek manual.
Di Negeri Gajah Putih, Suzuki Smash 115 Plus ABS dibanderol 59.900 Baht atau setara Rp 31 jutaan (kurs 1 Baht = Rp 519,88 per 5 April 2026). Kira-kira cocok nggak nih kalau kembali hadir di Tanah Air?
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR