Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Skenario Pecah Kaca Mobil Sendiri Terungkap, Niat ASN Tutupi Uang Rp 18 Dari Istri Gagal

Ferdian - Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi pecah kaca mobil
Tribunnews.com
Ilustrasi pecah kaca mobil

GridOto.com - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RH di Kuningan, Jawa Barat harus berurusan dengan polisi usai rekayasa kasus pecah kaca mobil terbongkar.

Ia diketahui sengaja memecahkan kaca mobil miliknya sendiri untuk membuat seolah-olah menjadi korban pencurian.

Di balik aksinya tersebut, ASN satu ini ternyata memiliki alasan tersendiri.

Ia membuat laporan palsu karena takut ketahuan istrinya setelah uang dalam rekeningnya berkurang drastis.

Demikian hal itu dikatakan Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar kepada wartawan Tribun Jabar, Kamis (26/3/2026).

Kapolres AKBP Akbar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada laporan palsu.

"Kami memastikan laporan tersebut adalah hoaks atau laporan palsu. Indikasi rekayasa sangat kuat setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ungkap Kapolres AKBP M Ali Akbar melansir Tribun Jabar.

Kapolres Akbar menerangkan hasil penyelidikan, terungkap RH memiliki uang di rekening sebesar Rp 28 juta yang juga diketahui oleh istrinya.

Baca Juga: Viral Lagi Jelang Mudik! Polisi Ungkap Fakta Kasus Pecah Kaca Mobil di Rest Area Tol Cikampek

"Namun saat dicek kembali, saldo tersebut hanya tersisa Rp 10 juta, sehingga terdapat selisih Rp 18 juta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Karena takut dengan istrinya, lanjut Kapolres AKBP Akbar menjelaskan RH kemudian berinisiatif membuat skenario.

Skenario tersebut seolah-olah dirinya menjadi korban pencurian hingga memecahkan kaca pintu mobilnya sendiri menggunakan kunci roda untuk menguatkan cerita.

"RH sebenarnya tidak membawa uang di dalam mobil dan lokasi kejadian yang dilaporkan pun berada di rumahnya sendiri. Kaca mobil sengaja dipecahkan untuk mendukung laporan palsu hingga video yang dibuat beredar," katanya.

Kasus ini menunjukkan bahwa kebohongan, sekecil apa pun, dapat berujung pada masalah yang lebih besar, termasuk konsekuensi hukum.

Kejujuran dalam mengelola keuangan, terutama dalam keluarga, sangat penting untuk menghindari konflik dan tindakan nekat.

Selain itu, membuat laporan palsu kepada pihak berwajib bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat menghambat penanganan kasus-kasus yang benar-benar membutuhkan perhatian.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa