Dindi Wahyu Aldio, Officer Generation and Project Technology Development PLN Indonesia Power, menjelaskan sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi karbon global sehingga membutuhkan solusi inovatif.
“Pengembangan hidrogen tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar ekosistem ini tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan," ujar Dindi.
Baca Juga: Makin Mudah, PLN Sediakan 4.655 SPKLU Support Mobilitas EV di 2025
"PLN Indonesia Power telah memulai dari sisi produksi hingga infrastruktur pengisian, dan ke depan kami berharap semakin banyak pihak terlibat untuk bersama-sama menurunkan emisi karbon serta mewujudkan transportasi ramah lingkungan di Indonesia,” paparnya.
PLN Indonesia Power sendiri mengembangkan hidrogen hijau yang diproduksi dari energi terbarukan seperti tenaga surya dan panas bumi, sehingga energi bersih tidak hanya hadir saat digunakan, tetapi juga sejak proses produksinya.
Melalui langkah ini, PLN Indonesia Power optimistis hidrogen akan menjadi bagian penting dalam transisi energi nasional.
Bukan hanya untuk sektor transportasi tetapi juga pembangkitan listrik dan industri, sekaligus memperkuat arah Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR