“Kalau saya sih belum tahu detail ya tentang study, tapi memang kalau melihat di sosial media, contoh seperti itu (masyarakat yang meminta model tertentu dijual di Indonesia) memang banyak ya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa YIMM berstatus sebagai manufaktur, sehingga setiap produk yang dipasarkan perlu melalui perhitungan matang, termasuk strategi investasi dan produksi.
“YIMM itu kan sebuah tipe manufaktur ya. Untuk memproduksi suatu model kita perlu memiliki strategi juga dalam investment, bukan yang seperti importir umum (IU)," tegas Rifki.
Ia pun memastikan bahwa PG-1 belum akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.
"Kami rasa ya memang untuk PG-1 saat ini belum bisa dimasukkan,” tegas Rifki.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR