Karakter motor dengan gir depan besar ini lebih enak digunakan di jalan yang relatif rata dan panjang untuk kecepatan tinggi.
Nah, gimana jika menurunkan atau mengurangi jumlah mata gir depan?
"Tarikan motor pada putaran mesin bawah menjadi lebih enteng, efeknya akselerasi lebih cepat," tambahnya di Kampung Ciater tengah, Jl.Ciater, Tangerang Selatan.
Motor dengan setelan ini akan lebih enak dipakai di jalan yang punya banyak tanjakan atau berkarakter stop and go seperti perkotaan.
Sebab, dengan akselerasi yang enteng mesin jadi lebih mudah untuk mencapai kecepatan yang diinginkan.
Namun ada konsekuensinya yang harus ditanggung jika menaikan dan menurunkan jumlah gir depan.
"Menaikan gir depan memang membuat top speed jadi lebih tinggi, tapi bikin akselerasi atau tarikan motor pada rpm bawah jadi semakin berat," papar pria yang doyan main RX-King ini.
"Sedangkan menurunkan ukuran gir depan, akselerasi atau tarikan motor pada rpm bawah lebih enteng, tapi tarikan motor pada rpm sedang hingga tinggi jadi berat, efeknya top speed-nya jadi lebih rendah," tuturnya.
Makanya gaes, tinggal sesuaikan saja dengan karakter berkendara dan jalan yang kalian sering lewati.
Begitulah panduan ubah gir depan di motor bekas kesayangan kalian biar nggak salah.
Baca Juga: Bukan Dari Rantai Keteng, Suara Tek-tek di Mesin Motor Bekas Bisa Dari Sini
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR