Tapi yang dilakukan Changan ini berbeda.
Layar berukuran jumbo itu posisinya tetap horizontal alias melebar, namun orientasinya bisa berubah dengan 3 pilihan.
Baca Juga: Impresi Berkendara Changan Deepal SO7, SUV Listrik Rival BYD Sealion 7
Opsi 1 menghadap lurus ke depan, opsi 2 menghadap ke pengemudi, dan opsi 3 menghadap ke penumpang depan.
Kemampuan ini terkesan gimmick, namun di perjalanan jauh ternyata cukup membantu terutama saat menghadap ke kami sebagai test driver.
Kami lebih mudah memantau situasi dengan kemudahan akses visual, tanpa banyak mengorbankan konsentrasi.
Lebih cepat bagi kami untuk menoleh dari kaca depan ke layar headunit karena orientasi tersebut.
Terakhir tak kalah penting adalah soal jarak tempuh.
Terutama di Indonesia, salah satu hal paling krusial dari mobil listrik adalah jarak tempuhnya dalam sekali full battery.
Baca Juga: Jadi Pabrikan Besar Di Cina, Ini Senjata Changan Memikat Konsumen Indonesia
Ini penting karena kenyataannya jumlah SPKLU masih jauh lebih sedikit dari SPBU, sehingga jarak tempuh yang lebih panjang akan memberi lebih banyak ketenangan sebelum bertemu SPKLU berikutnya.
Changan Deepal SO7 dengan kapasitas baterai 79,9 kWH, punya jarak tempuh 560 km berdasarkan pengujian NEDC (New European Driving Cycle).
Hasil perjalanan kami pun membuktikan fleksibilitas itu.
Start dari sekitar Ampera, Jakarta, kami finish di Garut dengan jarak tempuh 281,6 km.
Meski dengan jarak sejauh itu ternyata kapasitas baterai yang tersisa masih di angka 46%.
Artinya soal jarak tempuh, pengguna Changan Deepal SO7 akan terhindar dari range anxiety.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR