Di luar jalur off-road, performa mesin juga terasa saat kembali ke jalan aspal.
Akselerasi berlangsung spontan dan mobil dengan mudah mencapai kecepatan jelajah, menegaskan bahwa T2 tidak hanya berorientasi pada aktivitas petualangan, tetapi juga tetap nyaman digunakan untuk kebutuhan harian.
Dari sisi kenyamanan, suspensi mampu meredam guncangan dengan baik saat melewati jalur bergelombang, tanpa membuat bodi terasa limbung.
Konstruksi monocoque dengan tingkat kekakuan torsional tinggi memberi rasa berkendara yang solid dan stabil.
Jetour T2 juga dibekali sistem keselamatan aktif berbasis Bosch ADAS dengan total 15 fitur, termasuk Forward Collision Warning (FCW), Autonomous Emergency Braking (AEB), Blind Spot Detection (BSD), hingga Lane Keeping Assist.
Fitur Wading Radar turut membantu memantau ketinggian air hingga 700 mm saat melintasi genangan.
Secara dimensi, Jetour T2 tampil jauh lebih besar dibanding Suzuki Jimny, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase 2.800 mm.
Struktur Hardtop Cage Body dengan dominasi high-strength steel memungkinkan atap menahan beban dinamis hingga 150 kg dan beban statis 300 kg, mendukung penggunaan rooftop tent untuk kebutuhan overlanding.
Interiornya dilengkapi panel instrumen digital 10,25 inci, layar sentuh tengah 15,6 inci, kamera 540 derajat, serta sistem audio 12 speaker.
Peredaman suara dan penggunaan double glass membuat kabin tetap senyap meski kendaraan digunakan di medan kasar.
Meski spesifikasi dan pendekatan teknis berbeda, Jetour T2 muncul sebagai alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan SUV bergaya kotak dengan kemampuan off-road, namun tetap mengedepankan performa dan kenyamanan modern.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR