"Sopir sempat berupaya untuk membuka pintu bagian belakang mobil namun api cepat membesar sehingga dia langsung melarikan diri," ujarnya.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya mengungkapkan, warga sekitar yang melihat kejadian itu sempat berusaha memadamkan kebakaran dengan alat seadanya.
"Kebetulan ada sebuah mobil tangki air yang sedang lewat langsung dihentikan warga untuk membantu memadamkan kebakaran," ujarnya.
Namun, Sigra tersebut baru berhasil dipadamkan setelah lima unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api.
"Sekira pukul 15.45 WIT kobaran api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan terhadap objek," ujarnya.
Baca Juga: Tragedi Selepas Servis, Toyota Kijang Kapsul Melepuh Jadi Rongsokan
Beberapa saat setelah kejadian, unit identifikasi dari Polresta Pulau Ambon mendatangi lokasi dan langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan penyelidikan sementara yang dilakukan, diduga kebakaran terjadi akibat arus pendek di mobil tersebut.
Polisi juga ikut menemukan empat jeriken BBM ukuran 35 liter yang terbakar di dalam Sigra tersebut.
"Pemilik mobil bernama Salma Amir sedangkan sopirnya saudara Libren. Di dalam mobil yang terbakar ditemukan 4 buah jeriken plastik berwarna biru dengan ukuran 35 liter yang telah terbakar," sebutnya.
Yoga menambahkan, dari keterangan yang diperoleh, Sigra tersebut kerap bolak-balik SPBU Galala untuk mengangkut BBM jenis Pertalite dalam jumlah yang banyak.
"Menurut masyarakat setempat bahwa pengemudi mobil sering melakukan pembelian BBM jenis Pertalite dalam jumlah yang banyak untuk dijual kembali kepada para pengecer penjual minyak," ungkapnya.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR